TERPASUNG
oleh Dodi Panjegdina Karcell pada 5 Oktober 2012 pukul 4:22 ·
Aku yang kini kembali menjadi budak nasib dan abdi keadaan
harus merelakan keinginan dan cita-cita dirampas sang waktu
terinterpensi keinginan dan ambisi keakuan
Kembali berhadapan dengan realita
bahwa aku tidak punya kuasa atas kehendak yang lain
dan sebenarnya aku sudah lelah untuk berlari
tapi tak ada keberanian untuk pasrah dan berserah
Masih terdorong keinginan yang tertunda
makin terpendam dalam hayalan juga angan
Aku yang kini tenggelam, kembali menjadi budak nasib dan abdi keadaan
mencoba belajar pasrah dan berserah
yang sebenarnya tidak aku kehendaki
harus merelakan keinginan dan cita-cita dirampas sang waktu
terinterpensi keinginan dan ambisi keakuan
Kembali berhadapan dengan realita
bahwa aku tidak punya kuasa atas kehendak yang lain
dan sebenarnya aku sudah lelah untuk berlari
tapi tak ada keberanian untuk pasrah dan berserah
Masih terdorong keinginan yang tertunda
makin terpendam dalam hayalan juga angan
Aku yang kini tenggelam, kembali menjadi budak nasib dan abdi keadaan
mencoba belajar pasrah dan berserah
yang sebenarnya tidak aku kehendaki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar